KONSEKUENSI SYAHADATAIN DAN PEMBATAL-PEMBATALNYA
Oleh: Syekh Dr. Sholih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
[A]. Konsekuensi “Laa ilaha illallah”
Yaitu meninggalkan ibadah kepada selain Allah dari segala ma-cam yang dipertuhankan sebagai keharusan dari peniadaan laa ilaaha illallah . Dan beribadah kepada Allah semata tanpa syirik sedikit pun, sebagai keharusan dari penetapan illallah.
Banyak orang yang mengikrarkan tetapi melanggar konsekuensinya. Sehingga mereka menetapkan ketuhanan yang sudah dinafikan, baik berupa para makhluk, kuburan, pepohonan, bebatuan serta para thaghut lainnya.
Mereka berkeyakinan bahwa tauhid adalah bid’ah. Mereka menolak para da’i yang mengajak kepada tauhid dan mencela orang yang beribadah hanya kepada Allah semata.
[B]. Konsekuensi Syahadat “Muhammad Rasulullah”
Yaitu mentaatinya, membenarkannya, meninggalkan apa yang dilarangnya, mencukupkan diri dengan mengamalkan sunnahnya, dan meninggalkan yang lain dari hal-hal bid’ah dan muhdatsat (baru), serta mendahulukan sabdanya di atas segala pendapat orang. Read more…
SYARAT-SYARAT SYAHADATAIN
Dunia semakin bergerak maju!! Sekarang nge-net bukan cuma bisa dari komputer. Bahkan, dari HP kita bisa mengakses website-website favorit kita. Mobile… Itulah trend masa kini. Di mana informasi itu dibutuhkan kapan dan dimana saja, sesuai dengan manusianya yang selalu bergerak ke segala arah. (Wah, kalimat pembuka yang oke punya kan?)
Sekarang orang sedang demam facebook. Dari mulai adek-adek, kakak-kakak, abang-abang, ibu-ibu, bapak-bapak sampai yang tua-tua mulai ikut nangkring di fb. Semua pengen bikin akun facebook takut ketinggalan zaman. Pastinya kita juga masing-masing udah punya akun fb, kan?
Sudah banyak web browser yang berseliweran di dunia ini. Masing-masing punya ciri sendiri dan punya penggemar tersendiri. Salah satunya ya browser yang satu ini. Namanya Flock, mungkin terlihat biasa sih. Tapi, sebenarnya browser ini adalah browser yang dikhususkan untuk social web.
Kita telah mengetahui Tauhid Rububiyah, yakni tiada yang menciptakan alam semesta ini dan segala isinya, mengaturnya, dan memberi rizki kepada para makhluk kecuali Allah. Maka, dari sini kita berkeyakinan bahwa yang berhak disembah adalah Allah semata. Karena Dia-lah satu-satunya yang telah menciptakan alam semesta ini dan segala isinya, maka hanya Dia-lah yang berhak untuk disembah.




